Pharma-V ITB: Menjembatani Sains dan Industri Menuju Inovasi Farmasi Berbasis Bahan Alam
Didirikan pada tahun 2024 di bawah naungan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF ITB), Pusat Hilirisasi Farmasi (Center for Pharma Valorisation ITB / Pharma-V) hadir sebagai pusat unggulan yang mengintegrasikan riset, pengembangan teknologi, dan hilirisasi produk farmasi berbasis bahan alam. Lembaga ini berperan sebagai jembatan antara laboratorium dan industri, memastikan hasil penelitian akademik dapat diwujudkan menjadi produk nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Per 10 September 2025, Pusat Hilirisasi Farmasi ITB (Pharma-V) resmi memperoleh pendanaan Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Perguruan Tinggi (PUI-PT) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI). Dukungan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas riset dan pengembangan Pharma-V, sekaligus mempertegas perannya sebagai pusat unggulan nasional di bidang kosmeseutikal dan obat bahan alam.
Kini, Pharma-V tengah berproses menjadi Pusat Unggulan Kosmeseutikal dan Obat Bahan Alam untuk Penyakit Degeneratif. Dengan visi besar namun terukur, lembaga ini bertekad menjadi rujukan nasional dan internasional dalam pengembangan produk inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan berbasis bahan alam Indonesia. Melalui riset yang berfokus pada bahan baku kosmetik dan obat tradisional, Pharma-V berkomitmen mendukung kemandirian farmasi nasional, memperkuat bioekonomi Indonesia, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Sebagai bagian dari Program PUI-PT, Pharma-V menargetkan pengembangan produk herbal dan kosmetik unggulan yang mampu bersaing di pasar global. Tak hanya menjadi wadah alih teknologi dan diseminasi ilmu pengetahuan, lembaga ini juga menjadi katalis sinergi antara industri, pemerintah, dan masyarakat. Dengan tata kelola profesional dan berorientasi keberlanjutan, Pharma-V menempatkan dirinya sebagai pusat rujukan bertaraf dunia di bidang kosmeseutikal dan obat bahan alam.

Berdasarkan evaluasi 2024, arah penelitian difokuskan pada dua area strategis: pengembangan bahan baku kosmetik lokal—karena lebih dari 85% bahan kosmetik di Indonesia masih diimpor—serta obat tradisional untuk penyakit degeneratif seperti jantung dan diabetes yang prevalensinya terus meningkat. Langkah ini menjadi wujud nyata upaya Pharma-V dalam mendorong inovasi farmasi yang berdampak, sekaligus memperkuat kemandirian bangsa dalam memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Langkah Nyata Menuju Inovasi: Fokus Riset 2025–2027
Dalam periode 2025–2027, Pharma-V menegaskan fokus risetnya pada dua bidang utama: kosmeseutikal dan obat bahan alam untuk penyakit degeneratif. Kedua bidang ini dipilih karena potensinya yang besar dalam menjawab kebutuhan industri farmasi nasional serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam lokal.
Kosmeseutikal: Dari Limbah Menjadi Inovasi Bernilai Tinggi
Dengan mengusung prinsip keberlanjutan, Pharma-V mengembangkan riset pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai sumber bahan aktif bernilai tinggi. Melalui penelitian mendalam, dikembangkan serum anti-aging berbahan aktif hidrolisat membran cangkang telur yang telah menunjukkan hasil uji klinis menjanjikan. Dari riset ini lahirlah prototipe serum EGGSHELLENT, simbol perpaduan antara sains, teknologi, dan kecantikan alami.

Penelitian tak berhenti pada pengembangan formula. Tim Pharma-V juga melakukan optimasi parameter manufaktur agar proses produksi dapat diterapkan pada skala industri, sekaligus menilai kelayakan ekonomi untuk menjamin keberlanjutan. Hasil akhirnya diharapkan berupa komersialisasi bahan baku membran cangkang telur dan produk turunannya, membuka peluang baru bagi pengembangan kosmeseutikal lokal yang inovatif dan ramah lingkungan.
Obat Bahan Alam Degeneratif: Menjaga Kognitif dan Kesehatan Jantung
Di ranah obat bahan alam, Pharma-V menaruh perhatian besar pada pengembangan produk yang mendukung fungsi kognitif dan kesehatan kardiovaskular. Salah satu inovasi unggulannya adalah penelitian ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) yang terbukti mampu meningkatkan fungsi kognitif pada penderita demensia. Hasil penelitian ini dikembangkan menjadi produk teh artisan TEAYASA (Centella asiatica Series)—representasi nyata riset yang berhasil diterjemahkan menjadi produk fungsional siap pasar.

Produk TEAYASA kemudian dikembangkan lebih lanjut menjadi varian TEAYASA “HeartLIFT”, teh fungsional untuk menjaga kesehatan jantung. Formulasi ini memanfaatkan berbagai tanaman berkhasiat kardioprotektif, diperkuat dengan riset aktivitas farmakologi serta uji formulasi. Inovasi berlanjut dengan pengembangan prototipe serbuk instan siap seduh, menjadikannya praktis dikonsumsi tanpa mengurangi khasiat bahan alamnya.
Melalui kedua fokus riset tersebut, Pharma-V berkomitmen memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam pengembangan kosmeseutikal dan obat bahan alam inovatif. Dengan memadukan riset ilmiah, inovasi produk, dan kemitraan industri, langkah ini menjadi fondasi menuju kemandirian farmasi nasional serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menguatkan Kolaborasi: Dari Seminar Nasional hingga Penandatanganan MoU
Sebagai pusat unggulan yang aktif tidak hanya dalam riset namun juga diseminasi ilmu dan kolaborasi, Pharma-V bersama Sekolah Farmasi ITB terus memperkuat ekosistem inovasi farmasi Indonesia.
Pada Oktober 2025, dua kegiatan penting menjadi tonggak sinergi antara akademisi, industri, dan regulator. Dalam rangkaian Cosmobeauté Indonesia 2025 di ICE BSD City, peneliti Pharma-V hadir sebagai narasumber dalam seminar “Understanding In-Vitro & In-Vivo Studies to Support Safe & Competitive Cosmetics” pada 9 Oktober 2025. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pakar, antara lain Dian Putri Anggraweni, S.Si., Apt., M.Farm. (BPOM RI), Dr. apt. Annisa Rahma, M.Sc. (Sekolah Farmasi ITB/Pharma-V), serta Dwi Lulu Agus, S.Si. (SIG Laboratory), dengan moderator Shenna Ayuningtyas, S.Si. Diskusi ini menyoroti pentingnya uji ilmiah untuk menjamin keamanan dan daya saing produk kosmetik nasional di pasar global.

Sehari kemudian, pada 10 Oktober 2025, Sekolah Farmasi ITB bersama PT Saraswanti Indo Genetech (SIG) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di kantor SIG, Bogor. Kolaborasi ini memperkuat sinergi akademik dan industri dalam penelitian, pengembangan produk, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia farmasi.
PT SIG, sebagai laboratorium pengujian terkemuka di Indonesia, memiliki peran strategis dalam memastikan keamanan, mutu, dan efektivitas produk pangan, kosmetik, obat tradisional, dan bahan alam. Kemitraan ini menjadi langkah penting dalam mempercepat hilirisasi hasil riset farmasi menjadi produk inovatif yang siap bersaing di tingkat global.

Dengan semangat “Bersama, kita tumbuhkan kolaborasi untuk kemajuan farmasi Indonesia,” Pharma-V, Sekolah Farmasi ITB, dan PT SIG berkomitmen melangkah bersama menuju masa depan farmasi yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
No Comments