Enter your keyword

Workshop Fitofarmaka 2025: Penguatan Kompetensi Kemometrik–Metabolomik untuk Pengembangan Bahan Alam

Workshop Fitofarmaka 2025: Penguatan Kompetensi Kemometrik–Metabolomik untuk Pengembangan Bahan Alam

Bandung, 26 September 2025 – Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) telah berhasil menyelenggarakan Workshop Fitofarmaka 2025 bertema Studi Kemometrik-Metabolomik berbasis ATR-IR dan ANALISIS KLT Berbasis Digital untuk PENGEMBANGAN FITOFARMAKA pada 25–26 September 2025 bertempat di Gedung Laboratorium Pengujian Doping Lt. 4, ITB, Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta terpilih yang berasal dari kalangan akademisi, peneliti, praktisi industri, serta profesional farmasi.

Workshop ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam pengembangan fitofarmaka berbasis riset ilmiah, khususnya melalui pendekatan kemometrik–metabolomik yang memanfaatkan instrumen analisis modern. Pendekatan ini menjadi kunci dalam mengidentifikasi profil metabolit bahan alam dengan lebih cepat, akurat, dan mendukung standarisasi produk.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari lingkungan akademik dan industri, di antaranya:

  • Prof. Dr. apt. Muhamad Insanu, S.Si., M.Si. – Sekolah Farmasi ITB
  • Dr. apt. Rika Hartati, S.Si., M.Si. – Sekolah Farmasi ITB
  • Dr. rer. nat. Nizar Happyana, M.Si. – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB
  • Dr. apt. Fitriana Hayyu Arifah – Sekolah Farmasi ITB
  • Rina Lue – Market Development Manager ASEAN, Kromtekindo Waters
  • Ivander Yeremia – MCLS, Merck

Para narasumber memberikan pemaparan teoritis sekaligus demonstrasi implementatif dalam penelitian fitofarmaka, yang kemudian diperdalam melalui diskusi interaktif bersama peserta.

Selama dua hari, peserta memperoleh pembelajaran teoritis dan praktik langsung (hands-on) menggunakan:

  • ATR-FTIR – untuk analisis cepat profil spektrum senyawa bahan alam
  • TLC Explorer – untuk visualisasi dan pemisahan awal komponen metabolit
  • DESI-MSI – teknologi pencitraan molekuler untuk distribusi metabolit pada sampel

Pendekatan instrumental ini memungkinkan proses pemetaan metabolit dilakukan secara efisien, sehingga dapat mendukung proses standardisasi, kontrol kualitas, dan pengembangan fitofarmaka berbasis data ilmiah yang kuat.

Selain pendekatan teknis, workshop ini juga memberikan manfaat tambahan berupa:

  • 14 SKP Apoteker dan 6 SKP TVF
  • Ruang jejaring lintas akademisi–industri
  • Pertukaran ide riset dan peluang kolaborasi pengembangan produk bahan alam

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Merck sebagai sponsor, yang turut berkontribusi dalam penyediaan fasilitasi instrumen dan teknis pelaksanaan kegiatan. Melalui penyelenggaraan Workshop Fitofarmaka 2025, Sekolah Farmasi ITB berharap dapat memperkuat kontribusi dalam pengembangan fitofarmaka Indonesia secara berkelanjutan. Penguatan kompetensi peneliti dan praktisi melalui pendekatan kemometrik–metabolomik diharapkan menjadi fondasi penting untuk menghasilkan produk bahan alam yang aman, efektif, dan berdaya saing global.

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.