Menjembatani Riset dan Industri: Langkah Awal Kolaborasi SF ITB bersama Bintang Toedjoe dan Kalbe Group
Bandung, 27 Februari 2026 — Upaya memperkuat koneksi antara dunia akademik dan industri kembali dilakukan oleh Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF ITB). Melalui Pusat Hilirisasi Farmasi (PharmaV), SF ITB bersama program Magister SF ITB (S2) memulai langkah strategis dengan menginisiasi kunjungan industri ke PT Bintang Toedjoe dan Kalbe Group.

Langkah kecil ini menjadi bagian dari perjalanan menuju kolaborasi yang lebih besar. Kegiatan pitching dan diskusi kolaborasi dilaksanakan di Pulomas, Jakarta, dengan dihadiri oleh Dr. apt. Amirah Adlia, S.Si., M.Si., selaku Kepala Pusat Hilirisasi Farmasi (PharmaV), serta Dr. Ratna Annisa Utami, S.Si., M.Si., Koordinator Program Studi Magister Farmasi Industri SF ITB. Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk membangun komunikasi dan menjajaki peluang sinergi dengan industri.

Dalam proses penjajakan, pihak industri menyampaikan bahwa koordinasi kunjungan melibatkan berbagai unit, dengan dihadiri oleh berbagai perwakilan strategis dari pihak industri. Kehadiran tersebut mencakup jajaran pimpinan dan tim dari fungsi Research & Development, Business Development, Formulation Development, Analytical & Packaging Development, Medical, Corporate R&D, hingga Public Relations & Community Development. Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk membangun komunikasi yang komprehensif lintas fungsi dan menjajaki peluang sinergi yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, PharmaV memperkenalkan kapasitas dan keunggulannya sebagai pusat hilirisasi, mulai dari riset terapan, layanan pengujian, pengembangan produk, hingga dukungan komersialisasi. Tidak hanya itu, SF ITB juga menawarkan program Magister (S2 Reguler), yang meliputi Magister Farmasi, Magister Keolahragaan, dan Magister Farmasi Industri (MFI), sebagai solusi pengembangan sumber daya manusia yang selaras dengan kebutuhan industri.

Diskusi yang berlangsung membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang, termasuk farmasi, kosmetik, dan obat bahan alam. Selain itu, kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia melalui program magister juga menjadi salah satu fokus yang dibahas, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.
Melalui inisiasi ini, SF ITB berharap dapat membuka pintu kemitraan strategis yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar kunjungan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengintegrasikan riset, pengembangan produk, dan penguatan sumber daya manusia. Dengan sinergi antara akademisi dan industri, diharapkan hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi terus berkembang hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
No Comments